Meningkatkan Kemampuan Akademik dengan Menulis

Posted by Pendidikan IPS UNY On 13.39 No comments
Kemampuan akademik merupakan salah satu kemampuan pokok yang harus dimiliki seorang mahasiswa, di samping kemampuan personal dan profesional. Kemampuan akademik merujuk pada kemampuan mahasiswa untuk berpikir secara sistematis-logis, kritis, mampu berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tertulis, dan tanggap terhadap masalah-masalah yang terjadi di lingkungannya serta sanggup memberikan solusi alternatif pemecahannya. Kemampuan akademik berperan vital dalam keberlangsungan studi seorang mahasiswa di perguruan tinggi. Berbagai tugas-tugas perkuliahan seperti membuat laporan, makalah, disertasi, maupun skripsi semuanya sangat bergantung pada kemampuan akademik ini.



Sudah seharusnya seorang mahasiswa meningkatkan kapasitas kemampuan akademiknya. Tidak hanya sekedar untuk mencapai target “lulus” tapi lebih dari itu, kemampuan akademik seorang mahasiswa dapat menunjukkan kadar kualitas seorang mahasiswa. Sebagai agent of change, mahasiswa dituntut untuk selalu memberikan gagasan atau inovasi-inovasi baru yang konstruktif dan berguna bagi kemashlahatan masyarakat. Karenanya, kemampuan akademik yang memadai jelas menjadi salah satu syarat yang paling esensial agar seorang mahasiswa dapat berkontribusi langsung dalam masyarakat.


Meningkatkan kemampuan akademik dapat ditempuh dengan membiasakan diri untuk gemar menulis. Menulis dalam hal ini tidak selalu diartikan sebagai menulis secara ilmiah dengan setumpuk referensi dan meletihkan mata dengan buku-buku tebal nan membosankan. Menulis perlu dipersepsikan sebagai suatu hal yang mudah dan sederhana terlebih dahulu. Tujuannya yakni agar minat atau motivasi menulis dapat tumbuh. Membiasakan menulis bisa diawali dengan bahasan yang sederhana misal menulis buku harian (diari), puisi, narasi, pengalaman, dan tulisan-tulisan lain yang bersifat ringan dan tidak membebani otak. Langkah ini perlu dirintis sejak dini agar minat menulis dapat tumbuh dan berkembang.

Saat minat menulis telah tumbuh, level tulisan dapat ditingkatkan lagi menjadi tulisan ilmiah yang terstruktur, sistematis, logis, dan memakai tatanan bahasa baku. Segala bentuk referensi dapat dipakai dalam tahap ini dengan syarat tetap memperhatikan bahasa yang dipakai, baku dan mudah dimengerti. Awalnya cukup sulit memang, karena belum terbiasa mentransformasikan bahasa lisan ke dalam bahasa tulis yang baku. Untuk mengatsinya, perlu pembiasaan diri untuk gemar membaca buku-buku ilmiah. Akan lebih baik lagi bila aktivitas membaca dikombinasikan dengan membuat ringkasan bacaannya.

Sekadar untuk mengukur kualitas tulisan, tidak ada salahnya mahasiswa mengirimkan tulisannya ke media massa. Dimuat atau tidak, kebiasaan menulis harus tetap berjalan. Bila upaya ini ditekuni terus-menerus, pada akhirnya mahasiswa tidak akan terlampau sulit dalam menjalani proses studi. Keterampilan menulis yang telah terpupuk pun akan menjadi bekal penting untuk menghadapi ujian skripsi yang selalu menjadi momok bagi sebagian besar mahasiswa. Jadi, alangkah bijaknya bila mahasiswa bergegas “menyediakan payung sebelum hujan” dengan mulai membiasakan diri untuk terus menulis demi meningkatkan kemampuan akademik sekaligus menjadi mahasiswa yang benar-benar berkualitas.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda dibawah ini. Anda sopan kami segan.