Text Widget

Selamat Datang di Blog Himpunan Mahasiswa Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta

FORMULIR PENDAFTARAN LOMBA CERDAS CERMAT IPS DAN POSTER IPS



FORMULIR PENDAFTARAN
LOMBA CERDAS CERMAT IPS DAN POSTER IPS
Nama Sekolah              :
Alamat                         :
No. Telp dan fax          :
Email                            :
Deligasi Lomba Cerdas Cermat  IPS dan Poster
NO.
NAMA
KELAS
USIA
NO. HP
Keteranganlomba (LCC IPS/ Lomba Poster IPS










































*) Bisa Diperbanyak
…………………,……...,…….2013
                                                            Mengetahui
Kepala SMP/MTs…………………

……………………………………
NIP………………………………..

Kunjungan Mahasiswa Pendidikan IPS UM



Sabtu, 13 juli 2013, keluarga besar Hima Dipsos UNY kembali menerima tamu istimewa. Tamu yang berjumlah 5 orang ini merupakan mahasiswa Pendidikan IPS Universitas Malang. Kedatangan mahasiswa UM ini disambut hangat oleh mahasiswa Pendidikan IPS UNY. Beberapa pengurus Hima Dipsos menjemput kedatangan mereka di terminal Giwangan Yogyakarta. Perjalanan mereka dari terminal Giwangan menuju kampus UNY diiringi dengan konvoi sepeda motor oleh mahasiswa yang menjemput.
Kedatangan mahasiswa PIPS UM adalah untuk melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) HIMPIPSI wilayah tengah sebagai persiapan Konggres HIMPIPSI ke-3 di Bandung. Selain itu, kunjungan mahasiswa PIPS UM ini bertujuan untuk mempererat hubungan sesama mahasiswa PIPS, karena Hima PIPS UM tegolong masih baru dibandingkan dengan yang lain. PIPS UNY dipilih menjadi tempat mereka bersilaturahmi karena UNY adalah universitas pertama yang memiliki jurusan PIPS, selain itu juga karena UNY merupakan universitas yang cukup dekat dari UM. Kedatangan mahasiswa PIPS UM juga bertujuan untung bertukar pengetahuan dan pengalaman mengenai HIMA PIPS di masing-masing universitas.
Agenda kunjungan ini berlanjut dengan acara sharing yang dilaksanakan keesokan harinya di Ruang Ki Hajar Dewantara FIS UNY. Di dalam acara ini dari kedua pihak saling bertukar informasi mengenai Hima PIPS, sepertimemperkenalkan program kerja, berbagipengalaman tentang kepengurusan dalam organisasi, dsb.
Kunjungan ini adalah bagian dari kami belajar berorganisasi untuk memperbaiki Hima kami dan kunjungan ini merupakan betuk menjalin hubungan yang baik” tutur ketua Hima PIPS UM.

Mengintip Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 merupakan berita yang masih hangat diperbincangkan di ranah pendidikan Indonesia. Kesimpangsiuran informasi mengenai Kurikulum 2013 tersebut diangkat oleh tim RnD HIMA DIPSOS sebagai bahan diskusi dalam FORUM DISKUSI SOSIAL yang merupakan program kerja rutin RnD HIMA DIPSOS. FORUM DISKUSI SOSIAL periode ini mengambil tema “Mengupas Tuntas Kurikulum 2013” yang berlangsung pada hari Rabu, 29 Mei 2013 di Ruang Ki Hajar Dewantara FIS UNY, dengan pembicara Bapak M Nur Rohman M.Pd. dalam diskusi ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengungkapkan aspek-apek dalam kurikulum 2013 yang masih dianggap timpang. Selain itu, bagi mahasiswa yang belum mengetahui ruang lingkup kurikulum 2013, dapat memanfaatkan forum ini sebagai salah satu bentuk sosialisasi untuk bekal kita sebagai calon tenaga pendidik. Sebelum dilaksanakannya DISKUSI SOSIAL, beberapa mahasiswa diminta untuk mengisi angket yang dibagikan oleh panitia DISKUSI SOSIAL berkaitan dengan kurikulum yang akan dibahas. Dari hasil pengisian angket dapat disimpulkan bahwa sebagai besar mahasiswa pendidikan IPS sudah pernah mendengar Kurikulum 2013, namun untuk sosialisasi dan isi dari 2013 belum banyak yang mengetahui. Pembahasan awal mengenai kurikulum 2013 yaitu perbedaan yang mendasar dari kurikulum sebelumnya. Hal yang menguntukan sekolah tidak akan keropotan untuk mencari buku teks yang disediakan pemerintah . Kurikulum 2013 terkesan masih tergesa-gesa dalam persiapannya, tetapi tidak sedikit juga yang memberikan dukungan terhadap aktualisasi kurikulum tersebut, dengan alasan karena kurikulum 2013 dapat mendidik siswa yang cerdas religious dan memiliki aspek social yang baik. Kompetensi Inti yang menekankan dan pendidikan yang memiliki aspek social yang baik membuktikan pendidikan karakter mulai di terapkan dari bangku Sekolah Menegah Pertama. Kurikulum 2013 menuntut guru untuk kreatif, inovatif, mau kerja keras, guru juga dituntut untuk banyak mendisain tugas tugas yang kreatif untuk siswa (sesuai tuntutan KD)

SOCIAL ACTIVITY, DIPSOS UNTUK MASYARAKAT


SOCIAL ACTIVITY, DIPSOS UNTUK MASYARAKAT


Hima pendidikan IPS atau yang sering di sebut Hima Dipsos di kepengurusan tahun ini mengadakan social activity dengan tujuan mengabdikan ilmu yang telah mahasiswa terima di perkuliahan. Selain itu acara ini juga merupakan salah satu laboraturium Mahasiswa IPS untuk mempersiapkan diri sebelum terjun langsung sebagai tenaga pendidik, hal ini juga sesuai dengan Visi dan Misi Ketua hima tahun ini yang menegaskan bawasanya Hima Dipsos tidak hanya membangun citranya di lingkungan kampus namun juga membangun citra di mayarakat luas.
Dalam pembukaan acara ini sabtu 04 mei 2013 pengurus Hima Dipsos khusunya bidang PSDM dan pengurus inti Hima Dipsos datang ke SD Muhamadiyah Semoya Tegaltirto Berbah Sleman. Di SD ini nanti Mahasiswa yang mendaftar mengikuti kegiatan social activity akan mengabdikan ilmunya untuk adik-adik siswa SD Muhamadiyah Semoya.
“Kegiatan social activity merupakan pengabdian kepada masyarakat, karena kita mahasiswa calon guru maka acara ini lebih di tekankan pada pengajaran kepada siswa”,  tutur panitia Imna lainatusifa. Acara ini akan berlangsung selama 3 minggu yaitu tanggal 4 sampai 19 mei dengan agenda bimbingan belajar, TPA, baksos dan akan diakhiri dengan pengobatan gratis untuk masyarakat sekitar sekolah. 
“Pihak sekolah juga sangat berterimakasih atas bantuannya mengajar siswa-siswa SD Muhamadiyah Semoya, dan semoga dari kegatan ini semangat siswa untuk belajar bertambah, mutu sekolah juga bertambah baik serta mampu menjadi sekolah ndeso kualitas kutho”,  tutur ibu kepala sekolah SD Muhamadiyah Semoya,  Dra. Arumiati

Menjadi Mahasiswa Pendidikan IPS

Ada sebuah opini pernah memantik pikiran penulis, opini yang mengatakan bahwa indikator keberhasilan kuliah yang terpenting itu hanyalah sederet IPK yang tinggi dan lulus cepat. Sebuah pandangan dimana mahasiswa hanya terfokus pada sebuah nilai yang palsu. Kondisi yang naif dan tidak bisa disangkal, memang itulah sebuah realita yang terjadi pada mahasiswa era sekarang. Ketika kampus sudah menjadi lahan untuk mencari nilai dan nilai, penulis rasa sudah saatnya kita merenungkan kembali sebuah makna dari ‘Mahasiswa’. Pilihan menjadi mahasiswa bukanlah sebuah pilihan yang mudah, beban moral akan sebuah kontinuitas perjuangan para pendahulu kita yang mau tidak mau harus kita arungi. secara sadar atau tidak sadar kita telah menjadi bagian gerakan reformis mahasiswa yang turut andil dalam perjalanan Bangsa ini. Kurang tepat rasanya jika kita mahasiswa yang notabene terpilih dari ribuan pesaing calon mahasiswa saat Ujian masuk hanya berfikir untuk dirinya sendiri dan hanya duduk manis sibuk dengan gadgetnya. Seolah-olah kita buta dan tuli akan sebuah kondisi sosial terjadi di negara ini.

Berbicara tentang  ‘IPS’, berarti sedang membicarakan sebuah kesadaran kita sebagai mahasiswa untuk berempati dan peduli akan sebuah masalah sosial beserta pemecahannya. Menurut Supardi (2011: 182) bahwa sangat jelas bahwa pendidikan IPS menekankan pada ketrampilan peserta didik dalam memecahkan masalah mulai dari lingkup diri sampai pada masalah yang kompleks. Dari pengertian tersebut sudah jelas bahwa mahasiswa IPS secara akademik tidak hanya dituntut mampu menghafal pengertian sosialisasi, pengertian PETA, jenis-jenis pasar dan kapan terjadi perang padri.  Tetapi lebih dari itu, kita dituntut mampu mengkaji dan merefleksikan segala permasalahan sosial beserta format pemecahannya yang efektif.
Hemat penulis, sudah saatnya mahasiswa IPS tidak hanya menjadi mahasiwa kupu-kupu (kuliah-pulang), tetapi mahasiswa IPS mampu menjadi mahasiswa yang aktif andil dalam setiap perjalanan bangsa ini. Dalam ruang kuliah, kita mampu menjadi mahasiswa berprestasi. Tetapi dalam segi organisasi pergerakan kemahasiswaan, kita harus jauh lebih berprestasi. Sesungguhnya sebuah ilmu tidak hanya bisa kita dapatkan di sebuah kelas yang terbatas ruang dan waktu. Justru ilmu diluar kelas sangat banyak untuk kita raih dan kita aplikasikan di masyarakat. Melalui organisasi mahasiswa diharapkan mampu mengasah potensinya dalam hal kepemimpinan dan manajerial, serta yang terpenting mahasiswa mampu memiliki senseperjuangan akan sebuah kepedulian kondisi sosial yang memprihatinkan beserta tindakan nyata pemecahannya.
Secara nyata, kita harus mampu memahami bahwa gerakan mahasiswa merupakan sebuah gerakan yang bersifat dinamis dan kontinu. Maksudnya ketika kita telah lulus sebagai sarjana, ruh pergerakan tidak boleh padam begitu saja. Aktifitas boleh berganti, taktik dan strategi boleh berubah, tetapi ruh dan spirit perjuangan kita tidak boleh padam dan sirna.

“selama kaum terpelajar kita melihat perjuangan kemerdekaan sebagai akademi saja, selama itulah perbuatan-perbuatan yang diharapkan itu kosong belaka. Biarlah mereka melangkah keluar dari kamar pelajaran serta meleburkan diri dalam politik revolusioner yang aktif” (Tan Malaka)
 
Penulis : Agus Swasono

Upgrading HIMA DIPSOS 2013, Pemantik Semangat Kepengurusan Baru



Sabtu, 16 Februari 2013 lalu, keluarga pengurus HIMA DIPSOS UNY periode 2013-2014 beserta DPO dan juga kakak angkatan menyelenggarakan upgrading  untuk kepengurusan HIMA DIPSOS yang baru. Agenda yang mulai rutin dilaksanakan sejak kepengurusan HIMA periode 2012 ini dijadikan sebagai awal pijakan dalam membangun komitmen dalam kepengurusan tersebut.
“Upgrading ini adalah awal untuk melangkah satu tahun ke depan”, tutur Wisnu Ardhana yang menjabat sebagai ketua HIMA DIPSOS periode 2013-2014 ini.  Panitia upgrading tahun ini memilih tempat dan konsep yang berbeda dari tahun lalu. Wisma Hendarto yang bertempat di Pagerjurang, Kepuharjo, Cangkringan, kabupaten Sleman menjadi pilihan untuk melaksanakan upgrading yang memakan waktu kurang lebih 2 hari 1 malam. Konsep upgrading periode ini menggunakan metode yang lebih menekankan pada diskusi. Berbagai macam hal didiskusikan sepanjang berjalannya acara, mulai dari memperkenalkan program kerja selama kepengurusan satu tahun ke depan sampai masalah-masalah yang terjadi di sekitar, baik lingkungan kampus maupun lingkungan masyarakat.
Acara upgrading diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang cukup menyenangkan. Diskusi ini membahas masalah-masalah yang sedang ramai dibicarakan di sekitaran kampus UNY maupun di kalangan umum. Setelah itu sekitar pukul 20.00 WIB, acara inti yaitu Rapat Kerja (Raker) dimulai dengan pengenalan Program Kerja (Proker) pada masing-masing divisi dan dilanjutkan dengan diskusi mengenai proker-proker yang telah dipaparkan. Dengan mendiskusikan proker yang akan dijalankan dalam satu tahun ke depan, seluruh pengurus HIMA DIPSOS dapat menjalankankannya dengan maksimal dan penuh dengan tanggung jawab. Dengan situasi yang cukup tegang, acara Raker ini berakhir sekitar pukul 01.00 WIB.
Puncak upgrading HIMA DIPSOS 2013-2014 ini adalah acara outbond yang bertujuan mengakrabkan pengurus satu sama lain serta melatih kerja sama diantaranya. Banyak nilai yang dapat di ambil dari acara outbond ini yang nantinya dapat mereka terapkan dalam kepengurusan HIMA DIPSOS mendatang. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, pada tanggal 17 Februari seluruh peserta dan panitia upgrading kembali ke kampus tercinta.
Dengan diadakannya upgrading ini diharapkan dapat memacu semangat seluruh pengurus HIMA DIPSOS untuk menjaga komitmennya dalam memajukan dan mengharumkan nama HIMA DIPSOS selama kepengurusan berlangsung.