Text Widget

Selamat Datang di Blog Himpunan Mahasiswa Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta

Film SAKRIPSI; Sebuah Karya Unik & Kreatif Mahasiswa Pendidikan IPS UNY



Mahasiswa IPS sangatlah identik dengan keilmuan yang berhubungan dengan kehidupan sosial masyarakat. Tapi tak menutup kemungkinan mahasiswa IPS dapat menciptakan sebuah karya seni yang mampu menginspirasi dan bernilai tinggi bagi pecinta karya seni, karena seni merupakan kebutuhan yang mampu mewarnai setiap proses kehidupan. Terbukti seni tak bisa lepas dari pola kehidupan setiap manusia. Terbukti juga seni mampu mempengaruhi pola pikir setiap individu, dan dengan seni, Agama Islam dapat disebarkan secara damai oleh Sunan Kalijaga.
(Seonggok tentang Nama)
Berawal dari segelas kopi panas, dan berawal dari obrolan ringan beberapa mahasiswa Pendidikan IPS yang intensitas tidurnya bisa dikatakan kurang, kami memberanikan diri untuk membentuk kelompok yang kami beri nama “Kurang Turu Production” (KTP). Tak ada sangkut pautnya dengan keilmuan keIPSan, Kurang Turu Production bermaksud untuk mengembangkan Seni di lingkungan mahasiswa IPS. Kurang Turu (Kurang Tidur) menjadi alasan kami untuk memberi nama kelompok kami Kurang Turu Production. Kurang Turu Production ingin membuktikan kepada banyak pihak bahwa kebiasaan tidur malam yang mengakibatkan kurang turu tidak menjadikan seseorang menjadi kurang produktif dan malas-malasan dalam menjalankan aktifitas keseharian. Bahwa dengan kebiasaan Kurang Turu kami dapat produktif membuat sebuah karya seni yang dapat dinikmati bersama dan dapat menginspirasi mahasiswa IPS pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
“Kurang Turu bukan tanpa alasan, mungkin mereka merencanakan masa depan untuk kehidupan esok hari yang lebih mapan”
(Sedikit tentang Crew Kurang Turu Production)
Tak jauh dari sebuah nama “Kurang Turu” semua crew Kurang Turu Production terdiri dari mahasiswa IPS yang intensitas tidurnya kurang atau bisa dikatakan Kurang turu dan sering nongkrong di Warung Lotek Ibu Kos Klebengan (Lotek bu Haryanto) dan nongkrong-nongkrong ditempat lain kecuali WC umum. Crew Kurang Turu jika diurutkan dari abjad beranggotakan Agung K.W (Editor, 2012 A), Agus Priyono (Director, 2012 A), Andika R.K (Pencatat Adegan, 2011 A), Damar Aji Seto (Producer, Cameraman, 2011 A) Dhamier M (Clapperman, Lighting, Perlengkapan, 2011 A), Gian T.W (Aktor, 2012 B), Itsbatul F.H (Cameraman, Editor, 2012 A), Purta Hidayat (Cameraman BTS, 2012), Riyan S.P (Pencatat adegan, Perlengkapan, 2012 B), Ruhamahani F.R (Dokumentasi, 2013), Wahyu Lusty L.W.P (Clapperman, Perlengkapan 2012).
(Seuprit tentang “SAKRIPSI”)
Bermodalkan nekat tapi bukan Bonex, bermodalkan keberanian namun bukan The Jack, dan bermodalkan dana dan peralatan seadanya Kurang Turu Production memberanikan diri untuk memproduksi sebuah film pendek tapi bukan kwalitas 3gp. Beberapa kali diskusi kami lakukan untuk membentuk komposisi Crew dan cerita yang akan kami angkat serta tokoh yang akan memainkan cerita. Akhirnya diskusi ringan dirumah pak Dika menghasilkan gambaran kasar cerita dan Judul karya perdana Kurang Turu Production yang kami beri judul “SAKRIPSI”. Tak jauh dari judul cerita “SAKRIPSI” kami jadikan SAKRIP (nama panggilan salah satu crew yang bernama Gian T.W) sebagai tokoh utama.
(Sekilas tentang Proses Produksi)
Setiap hasil selalu ada proses, setiap proses selalu ada cerita, dan setiap cerita selalu ada suka duka. Proses produksi Short Movie “SAKRIPSI” sebenarnya kami ingin produksi santai, tapi mengingat ada moment yang sangat spesial (ulang tahun Hima Dipsos) kami mengejar target tanggal 14 saat ulang tahun Hima Dipsos Short Movie harus sudah selesai dan saat itu juga “SAKRIPSI” harus sudah di launching kan, padahal crew terbentuk belum ada 1 bulan. Dan inilah yang menjadi tantangan awal kami untuk lebih produktif walaupun kurang turu. Terhitung Crew Kurang Turu take pertama tanggal 25 Juni 2014 dan selesai take tanggal 1 Juli 2014, serta sisa waktu sampai tanggal 14 digunakan untuk editing. Mengenai pemain dari Short Movie “SAKRIPSI” crew mengambil semua pemain dari mahasiswa Pendidikan IPS mulai dari angkatan 2013 sampai 2011, serta semua crew Kurang Turu Production yang ikut menjadi pemain bahkan Admin Jurusan (Mas Dwi S.P) ikut meramaikan film pendek yang kami buat. Tak ada bayaran dari setiap pemain “SAKRIPSI” hanya ucapan terimakasih dari Crew dan keikhlasan dari merekalah yang mensukseskan Produksi Short Movie “SAKRIPSI”.
“Dalam sebuah keterbatasan tak ada alasan untuk kita tunjukkan hasil dari setiap proses yang kita usahakan”
(Ringkasan Lakon “SAKRIPSI”)
SAKRIPSI merupakan Short Movie perdana karya Kurang Turu Production (KTP) yang mengisahkan seorang mahasiswa baru bernama Sakrip yang berasal dari Banyumas diterima di salah satu Jurusan di UNY yaitu Pendidikan IPS. Awal sakrip ke Jogja yaitu tujuan utama adalah belajar dan akan menjadi orang sukses setelah lulus kuliah di UNY. Namun seiring pergaulan di wilayah kos kosan tempat sakrip tinggal terdapat masalah sosial, yaitu teman teman sakrip dan masyarakat sekitar yang melakukan penyimpangan sosial. Alhasil Sakrippun terlibat dalam sebuah penyimpangan sosial yang membuat dirinya nyaman saat melakukan penyimpangan dan membuat Sakrip menomor duakan kuliahnya sehingga membuat Skripsi nya menjadi terlambat.  
Trailer Short Movie “SAKRIPSI” liat di http://www.youtube.com/watch?v=dXgANPmmcxc

by: Producer of “SAKRIPSI”

salah satu properti film; Foto produser :)

LAPORAN PROGRESS REPORT HIMADIPSOS 2014

LAPORAN PROGRESS REPORT HIMADIPSOS 2014 dapat diunduh di link berikut ini;

1. keuangan kas hima: http://www.4shared.com/office/WWY20QfJce/KEUANGAN_KAS_HIMA.html
2. keuangan rinci tiap proker: http://www.4shared.com/file/pK0nqBlQba/keuangan_rinci_tiap_PROKER.html
3. presentasi kegiatan; http://www.4shared.com/office/cuk6SCgbba/PROGRESS_REPORT_HIMA_DIPSOS.html

DIPSOS JAYA!!! HIMADIPSOS 2014; BERANI MENGINSPIRASI!!!

LADIESLICIOUS; Sebuah Upaya Mewanitakan Wanita dalam Kesuksesan



Wanita adalah sesosok makhluk ciptaan Tuhan yang setiap jengkal dari bagian tubuhnya memancarkan sejuta pesona. Sejuta pesona wanita ini kerap kali tak disadari baik oleh pria maupun wanita itu sendiri. Padahal, di tengah sejuta keindahannya, terdapat banyak gurat ketabahan dan ketegaran yang tak dapat ditanggung pria. Kewajiban sebagai seorang ibu dalam mengurus rumah tangga, tanggung jawab dalam merawat dan membesarkan anak, serta banyak perkara lain yang harus ditunaikan seorang wanita. Sedang, dalam kehidupan sosial kini wanita banyak “merasa cukup” hanya dengan melakukan hal-hal tertentu bagi kesuksesannya; terutama dalam bidang edukasi dan karir. Bahkan dalam beberapa kasus, terdapat fenomena “ketidakadilan” gender bagi sebagian wanita.
Kenyataan seperti inilah yang melatarbelakangi HIMADIPSOS 2014 menyeleggarakan acara bertajuk LADIESLICIOUS; Upaya Mewanitakan Wanita dalam Kesuksesan pada hari Jum’at,21 Mei 2014 dengan tema “How about your future ladies?” yang dihadiri oleh 42 peserta (semuanya mahasiswi karena acara untuk ladies hehe). Kesuksesan yang dimaksud di sini adalah kesuksesan dalam bidang pendidikan (berpendidikan tinggi), karir, serta kehidupan berumah tangga. Rischa Putri A (Bendahara 1 HIMADIPSOS 2014) selaku ketua panitia memilih Dosen dari Jurusan Pendidkan IPS yaitu Ibu Anik Widiastuti, M. Pd dan Ibu Dr Taat Wulandari, M. Pd untuk menjadi pembicara yang akan memberi motivasi kepada mahasiswi-mahasiswi Pendidikan IPS untuk dapat meraih kesuksesan. Namun sayangnya, Ibu Dr Taat Wulandari, M. Pd berhalangan hadir karena beliau ditunjuk sebagai delegasi oleh kampus untuk suatu acara.

Acara LADIESLICIOUS ini diadakan di ruang Sidang PKM / ruang Studio Musik PKM FIS UNY dengan dibuka oleh penampilan Ulfah Yustiti F yang mempersembahkan dua buah lagu. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian motivasi, gambaran, serta kiat-kiat dari Ibu Anik Widiastuti, M. Pd yang berkaitan dengan cara meraih kesuksesan dalam edukasi, karir, maupun kegiatan berumahtangga. Di akhir acara, Ibu Anik Widiastuti, M. Pd meminta kepada peserta (mahasiswi-mahasiswi Pendidikan IPS) untuk menuliskan harapan-harapan yang ingin dicapai di masa depan.
Semoga dengan acara-acara semacam ini dapat membuat para wanita DIPSOS makin sukses dan makin JAYA!!! Tak lupa, semoga HIMADIPSOS 2014 makin menginspirasi J

IPS SOSIAL HERO; Aksi Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Pendidikan IPS



Dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pada periode bulan Maret hingga Juni 2014 ini, HIMADIPSOS 2014 mengadakan IPS Social Hero sebagai upaya melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Dalam agenda IPS Social Hero ini, peserta bebas memilih dan melakukan aksi pengabdian masyarakatnya dalam bentuk apapun. Adapun sistematika adalah sebagai berikut;
  • 1.       Peserta  yang mendaftar (berjumlah 27 Mahasiswa Pendidikan IPS) dibagi ke dalam tiga (3) kelompok.
  • 2.       Ketiga kelompok tersebut masing-masing diberi modal sejumlah 30.000,00 Rupiah
  • 3.    Modal tersebut dipersilahkan untuk dilipatgandakan dengan cara apapun; misal dengan galang dana atau menjual sesuatu (melatih daya enterpreunurship).
  • 4.       Setiap kelompok bebas melakukan aksi pengabdian masyarakatnya dalam bentuk apapun dan dimanapun.
  • 5.       Terakhir, terdapat kegiatan pelaporan kegiatan dalam bentuk presentasi.
Sebenarnya kegiatan ini ditargetkan terlaksana dalam kurun waktu Maret hingga April, namun karena beberapa alasan akhirnya kegiatan ini selesai  Juni 2014. Dalam perjalanannya, terdapat banyak hal yang bisa menjadi pengalaman yang unik bagi peserta. Misalnya; ada satu kelompok yang melipatgandakan modalnya dengan berjualan stiker, ada yang menjual bunga, maupun keunikan dalam menjalankan  aksi pengabdian masyarakatnya, dan lain-lain. Semuanya memberikan pengalaman berharga tersendiri. Semoga makin  JAYA!!! Semoga makin MENGINSPIRASI!!!

Kunjunan HIMA DIPSOS 2014 ke HIMADIKSI 2014

Dalam mencapai salah satu misi HIMADIPSOS 2014, Bidang Media dan Jaringan (MJ) telah mengadakan Kunjungan Kerja ke HIMADIKSI 2014 (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Akuntansi) yang bertempat di Kompleks Sekretariat Ormawa FE UNY. Rombongan HIMADIPSOS disambut oleh bidang Public Relation HIMADIKSI yang dikoordinatori oleh Mbak Dian. Acara Kunjungan ini dimulai sekitar pukul 16.00 pada bulan Juli 2014 di taman rumput FE. kunjungan ini diikuti oleh PHPI HIMADIPSOS 2014, bidang MJ, dan bidang KWU, serta beberapa staf bidang lain.


                Acara kunjungan ini diawali dengan pembukaan oleh moderator dari HIMADIKSI, lalu dilanjutkan sambutan dari ketua HIMADIKSI (Mas Dito) dan sambutan dari ketua HIMADIPSOS (Rasyid Risnanto), dan dilanjutkan sharing serta tanya jawab. Suasana kunjungan  tampak begitu akrab dan hangat. Kedua belah pihak saling terbuka, bercanda, dan saling bertanya jawab tentang hal-hal yang didiskusikan. Dari kunjungan ini, kedua belah pihak dapat berbagi banyak hal seperti; Program kerja, pembagian tugas antardivisi, maupun hal-hal lainnya. Pasca kunjungan ini, ke depannya diharapkan hubungan kedua belah pihak akan terjalin akrab, saling bersinergi, dan dapat bekerja sama jika terdapat kesempatan. Semoga DIPSOS tetap JAYA dan MENINSPIRASI. HIMADIPSOS 2014, BERANI MENGINSPIRASI!!!

BANSOSPOL's 2014 #1: Produksi dan Reproduksi Budaya Melalui Video Game

Produksi dan Reproduksi Budaya  Melalui Video game
By: Badan Semi Otonom Sosial Politik (BANSOSPOL) HIMA DIPSOS 2014
Di zaman globalisasi yang serba modern ini, pengkajian atas penyebaran propaganda dan budaya seringkali menitikberatkan pada pengkajian film, musik, buku, bahkan komik sekali pun. Ada satu hal lagi yang menurut Penulis kurang mendapat perhatian untuk dikaji, yaitu video game. Padahal video game bagi remaja dan anak-anak di zaman ini adalah seperti kesusastraan bagi anak muda di zaman Renaisans. Video game menurut Penulis merupakan salah satu bentuk budaya pop kontemporer yang berpengaruh besar namun jarang diotak-atik oleh para pengkaji budaya.
Menurut Penulis, video game adalah budaya pop yang paling mampu dalam memproduksi dan mereproduksi budaya. Mengapa demikian? Karena berbeda dengan film, musik, atau buku bacaan yang  menempatkan penikmatnya (penikmat film, musik, atau buku bacaan) sebagai subjek yang pasif mengikuti cerita, video game menempatkan penikmatnya sebagai subjek yang aktif membentuk ceritanya sendiri dan membentuk akhir cerita dengan memilih dan bertindak aktif sendiri sesuai alur yang sudah disediakan. Pada film, musik, atau buku bacaan; keaktifan penikmatnya hanya diberi ruang pada interpretasi belaka. Sedangkan pada video game; penikmat disediakan ruang partisipasi aktif yang tidak hanya pada aspek penafsiran semata, melainkan juga pada keseluruhan permainan itu sendiri. Jadi, jika penikmat film saja dapat menangis hanya dengan menafsirkan peristiwa dan suasana yang digambarkan dalam suatu film, penikmat video game bahkan dapat lebih dari menafsirkan namun turut dalam membangun peristiwa dan suasana yang diciptakan oleh si pembuat video game. Video game seringkali menempatkan subjek (penikmat video game) sebagai tokoh utama dalam akur ceritanya. Penempatan sebagai tokoh utama inilah yang menjadikan video game mempunyai dimensi partisipasi aktif bagi para penikmatnya. Dimensi partisipasi aktif inilah yang membuat video game memiliki kekuatan yang lebh besar untuk memproduksi dan mereproduksi budaya maupun ideologi melampaui bentuk-bentuk budaya pop yan lainnya.
Para Pembaca sekalian pasti sudah kenal dengan game Final Fantasy. Game PlayStation  itu mengisahkan sekelompok eko-terorisme dalam menghancurkan perusahaan raksasa yang mengeksploitasi kekuatan bumi dan membuat banyak rakyat menjadi melarat. Tokoh utama dalam game ini merupakan tentara bayaran yang mulanya tidak peduli pada gerakan perlawanan ini; asalkan dia dibayar, perang atau menentang siapapun tak menjadi masalah buat dia. Seiring berjalannya cerita, saang tokoh utama dibuat sadar bahwa semuanya terkena dampak dari eksploitasi yang dilakukan oleh perusahaan itu. Kampung halamannya, orang-orang dari masa lalunya, kekasihnya-semuanya ternyata menjadi korban dari rezim yang mengerikan-Final Fantasy 7 (2010). Sang tokoh utama-dan KITA SEBAGAI PEMAIN GAME- akhirnya DIANTARKAN PADA KESIMPULAN BAHWA TAK ADA JALAN SELAIN MELAWAN.
Dari paparan di atas, sudah jelas bahwa ternyata video game memang memiliki kekuatan lebih untuk memproduksi dan mereproduksi ideologi maupun kebudayaan. Kawan-kawan tentu sudah paham ideologi perlawanan kepada penguasa-yang dianggap mengeksploitasi kekayaan alam negara untuk pemerintah sendiri itu ideologi yang cenderung berhaluan apa (Red-Kiri). Masih banyak lagi video game yang cenderung berhaluan Kiri seperti  Revolution Under Siege (2010), Republic: The Revolution (2003), ataupun Stalin vs Martians (2009) yang cenderung berhaluan Komunis.
Banyak orang bilang bahwa video game adalah budaya pop eksklusif yang hanya dinikmati oleh segelintir orang. Namun kenyataannya tidaklah demikian, video game tetap memiliki persebaran yang sangat tinggi. Sejak diluncurkan pertama kali tahun 1997, hingga Final Fantasy 10 bahkan sudah terjual hingga 10-11 juta kopi. Game bernama GTA V (Grand Theft Auto V) bahkan lebih gila lagi. Dalam ceritanya, game ini memposisikan subjek (pemain game) sebagai pemuda pengangguran yang berkeliaran di Amerika Serikat, dimana sang pemain bebas memukuli dan menembaki orang-orang yang lewat dipinggir jalan. Sejak diluncurkan pada tahun 2013, Grand Theft Auto V bahkan sudah terjual hingga 32 juta kopi ( data April 2014). Apalagi, sekarang ini banyak sekali versi bajakan yang sudah terdapat di internet. Tidak perlu membeli, seseorang hanya perlu mendownload di Piratebay atau Kickass Torent untuk bajakannya secara gratis.
Orang seringkali ngeles  dengan mengatakan bahwa video game hanyalah pengisi waktu senggang saja. Namun sebenarnya video game bahkan sama dengan ideologi yang bisa dibawa hingga mati. Coba bentuk kerangka berpikir tanpa meninggalkan dimensi partisipatoris dari video game, apalagi tercermin dalam game yang berjenis MMORPG (Massively Multiplayer Online Role-Playing Game), dimensi pertisipatorisnya sungguh sangat terasa. MMORPG adalah rumpun game yang berbasis internet dimana pemainnya menciptakan avatar-nya sendiri (jenis kelamin, bentuk muka, potongan rambut, pakaian,dsb) dan dalam game itu dibawa berpetualang menngkatkan kemampuan (level) sang avatar dalam suatu dunia dan latar tertentu. Di dunia maya, seseorang melalui avatar-nya dapat menikah dengan avatar yang juga dikendalikan seseorang lain serta dapat melakukan serangkaian aktivitas lain seperti berjualan. Game seperti ini tidak mempunyai ending karena memang jalan ceritanya tidak ada, artinya pemain game lah yang menciptakan ceritanya sendiri.
Menurut survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pemain game online di Indonesia encapai 15 juta jiwa. Enam juta diantaranya merupakan militan; orang yang setiap harinya memainkan game online. Militansi MMORPG ini disebabkan oleh identifikasi diri antara diri aktual dengan avatar di dunia maya. Dampaknya, ada berita yang menunjukkan bahwa seorang pemud meninggal di warnet. Ada yang bermain 36 non-stop, ada yang berminggu-minggu hidup di warnet hanya makan mie instan seduhan, ada yang terkena serangan jantung, dan masih banyak komplikasi lain. Maka jelaslah sudah bahwa, game dapat menjadi ideologi yang diperjuangkan sampai mati. Bahkan suatu game dapat penuh akan muatan ideologis yang sangat mudah dibatinkan oleh pemainnya.
Dari uraian di atas, kita dapat memaknai dan mengerti betapa game dapat dengan mudah merasuki pemainnya dengan ideologi-ideologi yang sengaja dimuati di dalamnya. Imajinasi heroik yang muncul dari bermain game, yang sewaktu bermain game kita seperti berjuang mengalahkan lawan. Namun ternyata dalam dunia nyata, kita tidak mengetahui siapa yang kita lawan, yang kita lawan adalah pihak yang mungkin juga digambarkan sebagai lawan oleh media lain. Contoh: teroris di salah satu game yang mengenakan sorban harus dilawan dan dikalahkan, sedangkan media massa terus menyebarkan kebencian pada bangsa Arab. Kesalahan pada pemaknaan berdasar pada ideologi yang ditanamkan tanpa sadar, maka berhati-hatilah dengan game yang Anda mainkan. Tanpa sadar, Anda sedang dikendalikan untuk takluk pada salah satu pihak dan membenci pihak lain.
SAVE YOUR MIND!!!
Selasa, 13 Mei 2014 23.00

Terinspirasi dari tulisan MartinSuryajaya (RR)